Pembatasan tersebut dilakukan Baghdad setelah Kursi menggelar referendum kemerdekaan dan hendak memerdekakan diri.
Dalam sebuah pernyataan, KRG menyebut bahwa pihaknya ingin berdiskusi dengan pemerintah Baghdad terkait dengan pembatasan bandara, pengetatan perbatasan dan bank.
Langkah tersebut dilakukan setelah pihak berwenang Kurdi mengatakan Rabu malam bahwa mereka khawatir pasukan pemerintah Irak dan sekutu unit paramiliter bersiap untuk melancarkan serangan di wilayah tersebut.
Sementara itu, juru bicara pemerintah Irak telah menolak spekulasi tentang rencana dugaan Irak untuk menyerang wilayah Kurdistan, dengan mengatakan bahwa Baghdad hanya akan melawan teroris ISIS.
Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi telah menegaskan kembali tekad negara tersebut untuk melindungi penduduk Kurdi dari ancaman di tengah ketegangan yang sedang berlangsung. Demikian seperti dimuat
Press TV.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: