Kepada pejabat Puerto Riko ia mengatakan bahwa setidaknya mereka tidak kehilangan ribuan nyawa seperti yang terjadi dalam bencana Katrina.
"Saya pernah ke Puerto Riko berkali-kali dan cuacanya tidak ada duanya, tapi terkadang Anda terkena pukulan," kata Trump kepada pejabat di sebuah pangkalan Garda Udara Nasional.
"Setiap kematian adalah horor," kata Trump seperti dimuat
BBC.
"Tapi jika Anda melihat bencana yang nyata seperti Katrina, dan Anda melihat ratusan dan ratusan orang yang meninggal, dan Anda melihat apa yang terjadi di sini, dengan benar-benar badai yang benar-benar menyengat, tidak ada yang pernah melihat kejadian seperti ini," sambungnya.
Kunjungan lima jam kepresidenan ke ibu kota Puerto Riko San Juan terjadi dua minggu setelah badai tersebut menghancurkan pulau tersebut.
Dalam pidatonya yang tampaknya dadakan, ia bertanya soal berapa banyak warga Puerto Riko yang tewas akibat badai tersebut.
"Berapa jumlah kematian Anda saat ini? Tujuh belas? Enam belas orang", 16 orang berbanding dalam ribuan," katanya, mengacu pada badai 2005 yang menewaskan 1.833 orang di New Orleans.
Jumlah yang terbunuh oleh Maria kemudian meningkat menjadi 34, dengan 19 orang tewas langsung oleh topan tersebut, menurut juru bicara Gubernur Ricardo Rosello.
Maria, badai terbesar yang melanda pulau ini dalam 90 tahun telah menyebabkan lebih dari separuh penduduk pulau itu tanpa air minum, menghancurkan jalan dan infrastruktur dan menggulingkan jaringan listrik.
Setelah kunjungan tersebut, Gedung Putih mengumumkan bahwa mereka sedang mempersiapkan diri untuk mengirimkan permintaan bantuan bencana senilai 29 miliar dolar AS kepada Kongres.
Dari jumlah itu, 13 miliar dolar AS akan digunakan untuk korban badai di Puerto Riko, Florida dan Texas, sementara yang lain 16 miliar dolar AS lainnya adalah untuk program asuransi banjir yang didukung pemerintah.
[mel]
BERITA TERKAIT: