Menurut keterangan Menteri Dalam Negeri Perancis Gerrard Collomb, salah satu tersangka berada di bawah pengawasan pemerintah untuk radikalisme.
Polisi menemukan sebuah alat berdaya ledak yang tengah dalam kondisi tidak aktif. Investigasi mendalam masih dilakukan atas kasus ini.
Ketika ditanya soal bagaimana seseorang di bawah pengawasan bisa melakukan serangan percobaan tanpa terdeteksi, Collomb mengatakan bahwa radikal biasanya memiliki teman, jaringan yang dapat melakukan tindakan tersebut.
Mereka yang diamankan tidak menunjukkan tanda-tanda radikalisasi, namun siap membantu melakukan serangan.
Collomb mengatakan insiden tersebut membuktikan ancaman terhadap Prancis tetap sangat besar.
"Meledakkan sebuah bangunan di lingkungan Paris, apakah ini bukan pertanda bahwa tidak ada yang aman? Ini tidak terjadi hanya di pinggiran kota di lingkungan kelas pekerja," katanya.
Dia kemudian menekankan pentingnya undang-undang anti-terorisme baru yang diharapkan mendapat persetujuan parlemen pada hari Selasa nanti.
"Kami masih dalam keadaan perang, bahkan jika ISIS telah melihat kekalahan militer," kata Collomb seperti dimuat
Russia Today.
[mel]
BERITA TERKAIT: