
Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi menegaskan bahwa undangan dari Presiden Perancis Emmanuel Macron untuk mengunjungi Paris tidak terkait dengan referendum kemerdekaan Kurdi.
Undangan tersebut dikirim ke Abadi pada tanggal 26 Agustus lalu oleh Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan Perancis dalam sebuah kunjungan Ke Baghdad.
Menurut keterarang yang dirilis kantor Abadi akhir pekan ini, tujuan undangan itu adalah untuk memperkuat hubungan bilateral dan upaya konsentrat memerangi terorisme.
Dikabarkan
Channel News Asia, Abadi akan berkunjung ke Perancis 5 Oktober mendatang.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: