Hasil perhitungan suara akhir menunjukkan bahwa Kenyatta mengantongi 54,3 persen suara, sedangkan rivalnya, calon dari oposisi Raila Odinga mengantongi suara 44,7 persen.
Dengan demikian, Kenyatta akan melanjutkan kekuasaan yang telah ia duduki sejak tahun 2013 lalu.
Pasca hasil pehitungan resmi muncul, Kenyatta menyerukan kepada seluruh warga Kenya untuk bersatu dan menghindari perpecahan.
"Saya memanggil Anda semua. Kami semua adalah warga negara dari republik yang sama," kata Kenyatta seperti dimuat
BBC.
Namun oposisi menolak hasilnya bahkan sebelum hasil perhitungan resmi diumumkan. Oposisi menyebut proses pemilu tersebut adalah permainan.
Oposisi juga menilai bahwa ada manipulasi hasil perhitungan suara yang dilakukan oleh peretas IT.
Namun, hasil pemilu itu telah disahkan oleh pengamat internasional. Kenyatta mengatakan bahwa mereka telah memastikan pemilihan yang bebas, adil dan dapat dipercaya.
[mel]
BERITA TERKAIT: