Dikhawatirkan bahwa telur-telur tersebut terkontaminasi fipronil insektisida yang berbahaya jika dikonsumsi. Filpronil sendiri telah dilarang dalam produksi pangan.
Bahan kimia ini bisa merusak ginjal, kelenjar hati dan kelenjar tiroid orang. Zat tersebut biasa digunakan untuk membunuh kutu dan kutu pada hewan.
Namun para ahli mengatakan risiko keamanan pangan saat ini tidak akut.
Diduga ada perusahaan kebersihan yang menggunakan insektisida tersebut. Kasus ini masih diselidiki secara mendalam.
Namun polisi Belanda dan Belgia sedang mencari beberapa tempat terkait penggunaan fipronil insektisida. Supermarket di Belgia, Belanda dan Jerman pun telah menarik jutaan telur dari penjualan sebagai bentuk pencegahan.
Belanda sendiri adalah produsen telur terbesar di Eropa dan salah satu eksportir telur dan produk telur terbesar di dunia. Demikian seperti dimuat BBC.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: