Press TV mengabarkan bahwa ada sekitar 200 ribu orang yang berunjuk rasa dengan berjalan sekitar lima kilometer di wilayah tersebut.
Mereka melakukan unjuk rasa diam tanpa orasi ataupun slogan.
Mayoritas pengunjuk rasa berasal dari komunitas Maratha, yang menyumbang hampir 35 persen dari 123 juta penduduk di negara bagian Maharashtra.
Orang muda dan warga senior Maratha, yang melambaikan bendera safron sebagai protes, mendesak harga yang lebih tinggi untuk hasil pertanian dan keringanan pinjaman untuk petani miskin.
Meningkatnya tingkat pengangguran dan turunnya pendapatan petani membuat masyarakat petani di seluruh India menggandakan permintaan untuk pemesanan pekerjaan dan pendidikan.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: