Setidaknya hal itu yang bisa dipelajari dari kasus di Arab Saudi ini.
Seorang kolumnis negara tersebut diskors karena berlebihan memuji pimpinan negara itu, Raja Salman.
Ia adalah Ramadan al-Anzi. Ia membuat tulisan di surat kabar al-Jazirah yang berisi pujian terhadap raja dengan menggunakan atribut yang biasanya merujuk pada Tuhan pekan lalu. Ia menuliskan "Haleem" dan "Shadeed al-Eqab", kedua ungkapan yang diperuntukkan bagi Tuhan.
Raja Salman menilai bahwa pujian itu terlalu berlebihan karena seperti membandingkan dirinya dengan Tuhan. Ia pun kemudian mengirimkan instruksi untuk menskors Anzi.
Surat kabar tersebut telah menerbitkan permintaan maaf untuk penulisan kolom tersebut.
"Ungkapan dan penghargaan yang diberikan oleh penulis tentang kepribadian pada Penjaga Dua Kota Suci, tidak dapat diterima, terlepas dari apa yang telah Allah berikan kepadanya," begitu keterangan dari surat kabar tersebut seperti dimuat
BBC.
[mel]
BERITA TERKAIT: