Dalam pernyataan pihak keluarga disebutkan bahwa Otto menghembuskan nafas terakhir pukul 14.20, dikelilingi anggota keluarga.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada tenaga-tenaga profesional di Pusat Kesehatan Universitas Cincinnati yang melakukan apapun yang mereka bisa untuk menyelamatkan Otto.
Sayangnya, perlakuan buruk yang mengerikan yang diterima putra kami di tangan orang-orang Korea Utara membuat tidak ada hasil lain yang mungkin terjadi selain hal yang menyedihkan yang kami alami saat ini,†sambung pernyataan itu.
Warmbier tumbuh di Cincinnati, di luar Wyoming, Ohio. Di akhir 2015, bersama teman-temannya Otto Warmbier mengunjungi Pyongyang. Saat itu Otto Warmbier berusia 21 tahun dan sedang menempuh pendidikan di Universitas Virginia.
Otto Warmbier ditangkap pihak keamanan Korea Utara beberapa saat sebelum meninggalkan negara itu dan dituduh melakukan tindakan yang melawan Korea Utara.
Dalam persidangan, Otto Warmbier dijatuhi hukuman 15 tahun penjara, dan baru menjalani 17 bulan masa hukuman saat dikembalikan ke rumahnya dalam keadaan koma pekan lalu.
Tak banyak informasi tentang apa yang dialami Otto Warmbier selama berada di dalam penjara Korea Utara. Disebutkan bahwa dia mengalami koma sejak setahun terakhir.
Hari Kamis pekan lalu, seperti dikutip dari USA Today, tim doktor yang menanganinya mengatakan dari hasil skan terlihat kondisi otak Otto Warmbier rusak parah.
[dem]
BERITA TERKAIT: