
Di tengah ketegangan diplomatik yang tengah terjadi, Qatar memilih untuk tidak memperkeruh suasana dengan mengumumkan bahwa warga yang datang dari negara-negara Teluk akan tetap dipersilakan untuk tinggal di Qatar.
Pengumuman itu dibuat akhir pekan kemarin, sepekan setelah Arab Saudi dan beberapa sekutunya memutuskan hubungan dengan Qatar dalam krisis diplomatik Teluk yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Dikabarkan
Reuters, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan lainnya menuduh Qatar mendukung kelompok ekstremis, sebuah pernyataan sejak didukung oleh Presiden AS Donald Trump.
Qatar tegas menolak tuduhan tersebut dan mengatakan bahwa pihaknya terbuka untuk pembicaraan mengenai penghentian perselisihan tersebut.
Media pemerintah Qatar mengabarkan bahwa Doha tidak mengambil tindakan apapun terhadap penduduk Qatar yang memiliki kewarganegaraan negara-negara yang memutuskan hubungan diplomatik.
Pengumuman ini menjadi semacam angin segar bagi lebih dari 11.000 orang dari Arab Saudi, UEA dan Bahrain yang tinggal di Qatar.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: