Merkel mengatakan bahwa ia yakin Inggris akan mematuhi jadwal tersebut. Sementara Uni Eropa sendiri siap untuk melakukan pembicaraan.
Merkel menambahkan bahwa ia berharap Inggris akan tetap menjadi mitra yang baik setelah perundingan, yang akan dimulai pada 19 Juni.
"Saya berasumsi bahwa Inggris, dari apa yang saya dengar dari perdana menteri hari ini, ingin berpegang pada rencana negosiasinya," kata Merkel usai bertemu dengan Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto untuk membahas perdagangan di Mexico City (Jumat, 9/6).
"Kami ingin bernegosiasi dengan cepat, kami ingin berpegang pada rencana waktu, dan karena itulah saya tidak berpikir ada sesuatu yang menyarankan perundingan ini tidak dapat dimulai seperti yang disepakati," tambahnya seperti dimuat
BBC.
"Inggris adalah bagian dari Eropa, bahkan jika tidak lagi menjadi bagian dari Uni Eropa," tegas Merkel.
Ini adalah komentar pertamanya sejak partai Konservatif Nyonya May kehilangan 13 kursi.
Kehilangan tersebut membuat Konservatif delapan anggota parlemen tidak memiliki mayoritas di parlemen, membuat negosiasi menjadi tidak pasti.
Padahal May menyerukanpemilu cepat untuk mendapatkan mandat yang jelas untuk visinya tentang Brexit.
[mel]
BERITA TERKAIT: