Walikota Paris Larang Festival Black Feminist

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Senin, 29 Mei 2017, 14:20 WIB
Walikota Paris Larang Festival <i>Black Feminist</i>
Kartun bagian dari kampanye festival tersebut/BBC
rmol news logo Walikota Paris Anne Hidalgo melarang pegelaran festival yang disebut dengan "Black Feminist" di ibukota Perncis.

Pelarangan itu dikeluarkan karena mengecualikan orang kulit putih.

Festival itu resminya bernama Festival Nyansapo dan rencananya akan digelar pada Juli lalu. Namun festival tersebut dikenal juga dengan festival feminis hitam.

Sekitar 80 persen tempat tersebut akan dipesan untuk wanita kulit hitam.

Orang kulit hitam dari jenis kelamin apapun akan diizinkan di daerah lain, sementara area ketiga akan terbuka untuk semua orang.

Anne Hidalgo melalui akun twitternya mengatakan bahwa keputusannya itu dikarenakan untuk mengadili penyelenggara karena melakukan diskriminasi.

Beberapa organisasi anti-rasisme di Prancis sendiri, seperti dimuat BBC,  telah mengecam festival tersebut.

SOS Racisme menyebut kegiatan itu merupakan bentuk kekejian karena membuat perpisahan etnis.

Penolakan senada juga dikeluarkan oleh Licra, Liga Internasional melawan Rasisme dan Antisemitisme. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA