Pelarangan itu dikeluarkan karena mengecualikan orang kulit putih.
Festival itu resminya bernama Festival Nyansapo dan rencananya akan digelar pada Juli lalu. Namun festival tersebut dikenal juga dengan festival feminis hitam.
Sekitar 80 persen tempat tersebut akan dipesan untuk wanita kulit hitam.
Orang kulit hitam dari jenis kelamin apapun akan diizinkan di daerah lain, sementara area ketiga akan terbuka untuk semua orang.
Anne Hidalgo melalui akun twitternya mengatakan bahwa keputusannya itu dikarenakan untuk mengadili penyelenggara karena melakukan diskriminasi.
Beberapa organisasi anti-rasisme di Prancis sendiri, seperti dimuat
BBC, telah mengecam festival tersebut.
SOS Racisme menyebut kegiatan itu merupakan bentuk kekejian karena membuat perpisahan etnis.
Penolakan senada juga dikeluarkan oleh Licra, Liga Internasional melawan Rasisme dan Antisemitisme.
[mel]
BERITA TERKAIT: