
Badan pengungsi PBB mengatakan bahwa risiko kematian massal akibat kelaparan tumbuh di beberapa bagian di Afrika timur, Yaman dan Nigeria.
Hal itu dikarenakan kombinasi konflik, kekeringan dan kekurangan dana bantuan kemanusiaan untuk membantu penduduk yang terkepung.
Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) Adrian Edwards mengatakan, sekitar 20 juta orang, lebih dari seperlima dari mereka adalah pengungsi, tinggal di daerah yang terkena kekeringan.
Badan ini menaikkan proyeksi untuk perpindahan dari Sudan Selatan dan Somalia.
Edwards mengutip sebuah kombinasi menjadi faktor krisis kemanusiaan terbesar di dunia, yakni karena adanya konflik, kekerasan dan ketidakstabilan disebabkan.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: