Bentuk penentangan itu ditunjukkan dari aksi dan serangan yang dilakukan di wilayah tenggara Kolombia akhir pekan kemarin.
Serangan itu menargetkan sebuah kendaraan militer Kolombia dengan menempatkan bom rakitan.
Serangan tersebut menyebabkan seorang tentara tewas dan empat tentara lainnya luka-luka.
Presiden Kolombia Juan Manuel Santos mengecam serangan tersebut.
Untuk diketahui bahwa FARC dan pemerintah Kolombia berhasil mencapai perjanjian damai pada November tahun lalu setelah konflik selama beberapa dekade dan perbincangan selama beberapa tahun terakhir.
Kesepakatan damai itu membawa Juan Manuel Santos meraih penghargaan bergengsi. Nobel Prize.
Pasca kesepakatan damai, sebagian besar bekas anggota FARC berada di kamp transisi untuk kemudian, pada tahap selanjutnya, dapat membaur dengan masyarakat.
Namun ada sekelompok anggota FARC yang menentang langkah tersebut dan tetap mempertahankan posisi mereka sebagai oposisi dan pemberontak.
[mel]
BERITA TERKAIT: