Begitu kata mantan direktur CIA James Woolsey. Dalam sebuah wawancara dengan
Wall Street Journal, ia mengatakan bahwa ia hadir dalam sebuah diskusi tentang metode penghapusan dan prosoes ekstradisi hukum.
Pertemuan yang berlangsung di Hotel New York September lalu itu ikut dihadiri oleh Flynn yang saat itu merupakan penasihat keamanan nasional untuk kampanye pemilu Trump, menantu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu.
Woolsey sendiri mengaku bahwa dirinya datang terlambat dalam pertemuan itu sehingga ia mungkin tidak mendengar sebagian pembahasan.
"Ada pembicaraan serius untuk menemukan beberapa cara untuk memindahkan Gulen dari AS ke Turki," sebutnya.
"Anda mungkin menyebutnya curah pendapat. Tapi itu curah pendapat tentang masalah yang sangat serius yang akan cukup jelas merupakan pelanggaran hukum," tambahnya.
Namun juru bicara untuk Flynn menentang pernyataan Woolsey soal peristiwa tersebut.
"Tidak pernah ada waktu Gen Flynn mendiskusikan tindakan ilegal, penghapusan fisik non-yudisial atau kegiatan lain," kata jubir Flynn seperti dimuat
BBC.
Sebagai informasi, Fetullah Gulen sendiri adalah ulama ternama Turki yang hidup di Amerika Serikat. Ia merupakan sosok yang paling dicari oleh pemerintah Turki saat ini karena dinilai merupakan otak di balik kudeta gagal pertengahan tahun lalu.
[mel]
BERITA TERKAIT: