Remaja 19 tahun yang tak disebutkan bamanya itu diketahui tinggal di Israel. Press TV mengabarkan bahwa pria Yahudi itu memiliki kewarganegaraan gandam yakni Israel-AS.
Ia ditangkap di Israel setelah adanya permintaan dari FBI yang telah memeriksa gelombang ancaman terhadap pusat Yahudi.
Penangkapan itu terjadi setelah penyelidikan serta penyamaran berbulan-bulan yang dilakukan oleh unit polisi Israel yang mengkhususkan diri dalam cybercrime.
Dalam penangkapan, polisi juga menyita sejumlah komputer serta peralatan lainnya.
Micky Rosenfeld, juru bicara polisi Israel mengatakan bahwa motif di balik ancaman tidak jelas.
Namun ia menyebut bahwa tersangka diduga adalah orang yang berada di balik ancaman JCC, atau pusat-pusat komunitas Yahudi.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: