Untuk diketahui terlebih dahulu bahwa pembatasan itu diperkenalkan pada awal pekan ini di mana penumpang penerbangan yang berasal dari delapan negara Arab dilarang membawa perangkat elektronik seperti laptop dan tablet ke dalam kabin pesawat.
Para pejabat senior AS mengatakan kepada wartawan bahwa sembilan penerbangan dari negara-negara di Arab telah diberikan waktu 96 jam untuk memberlakukan larangan. Inggris mengumumkan larangan serupa tak lama setelahnya.
Laptop, kamera, tablet, printer, permainan elektronik dan pemutar DVD portabel tak boleh masuk dalam penerbangan langsung ke Amerika Serikat dan Inggris dalam sejumlah penerbangan di Timur Tengah. Namun alat-alat tersebut masih dapat disimpan di bagasi.
Larangan yang belum diterapkan batas berlakunya itu menargetkan 10 bandara dan sembilan penerbangan, termasuk Turkish Airlines dan sejumlah operator utama Teluk seperti Emirates, Etihad, dan Qatar Airways, serta maskapai penerbangan negara Yordania, Royal Jordanian.
Dikabarkan
Aljazeera, beberapa perusahaan dengan cepat merespons aturan itu dan menggunakannya sebagai peluang pemasaran.
Emirates Airline, misalnya, memposting sebuah video di media sosial dengan slogan "Mari kita menghibur Anda". Slogan itu diartikan oleh sejumlah pengguna sosial media adalah bentuk sindiran bagi pembatasan alat elektronik di dalam penerbangan.
Demikian pula, Royal Jordanian merilis penggalan lagu anak-anak yang mengolok-olok serangkaian larangan yang menargetkan dunia Arab di bawah Presiden AS Donald Trump.
"
Every week a new ban. Travel to the U.S. since you can. We are now poets because of your son. No one can ruin our in-flight fun. We have good tips for everyone," begitu penggalan yang diposting Royal Jordania di akun resminya.
Maskapai itu pun memposting daftar "Things to do" yang bisa dilakukab penumpang di pesawat tanpa alat elektronik. Sindiaran atas aturan terbaru Amerika Serikat.
[mel]
BERITA TERKAIT: