Seorang juru bicara untuk Silver Fern Farms, salah satu dari dua eksportir Selandia Baru yang bekerja sama dengan perusahaan impor di Iran mengatakan bahwa perusahaan itu masih dalam proses awal pembuatan perjanjian lebih dari ekspor domba ke Iran.
Rencana tersebut akan dimasukkan ke dalam praktek musim depan yang akan dimulai pada bulan Desember.
Saat berbicara di Kabupaten Fieldays Central awal bulan ini, Menteri Industri Selandia Baru Nathan Guy mengatakan ia baru saja kembali dari kunjungan ke negara Timur Tengah di mana ia telah menandatangani perjanjian hewan yang akan membuka jalan bagi ekspor ke Iran.
"Iran adalah pasar yang sangat penting bagi Selandia Baru pada 1980-an. Kami menjual seperempat daging domba kami ada sebelum pita merah dan birokrasi menahan laju perdagangan pada 1990-an," katanya seperti dimuat
Press TV.
Selandia Baru kemudian memperbaharui peraturan untuk melakukan bisnis dengan Iran pada bulan Februari tahun lalu setelah penghapusan sanksi yang dipimpin AS terhadap negara itu.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: