Tingkat kehadiran anak-anak di bangku sekolah di Afghanistan sebenarnya meningkat dari semula kurang dari satu juta anak datang ke sekolah ketika Taliban digulingkan dari kekuasaan pada tahun 2001 menjadi lebih dari tujuh juta anak saat ini.
Tapi kemajuan dalam mengangkat pendaftaran telah terhenti karena uang yang dialokasikan untuk gedung sekolah baru disalah-gunakan oleh sejumlah oknum "guru hantu". Itu artinya, dana dialokasikan, namun pada kenyataannya tidak ada guru dan bangunan sekolahyang dibangun.
Masalah itu pun memperburuk kualitas pendidikan di Afghanistan.
Channel News Asia mengabarkan bahwa diperkirakan ada lebih dari 3,5 juta anak-anak Afghanistan yang akan bolos sekolah pada awal tahun ajaran ini.
Juru bicara Kementerian Pendidikan Mujib Mehrdad mengatakan sulit untuk mengatakan dengan tepat berapa banyak anak-anak yang masih datang ke sekolah. Namun ia membenarkan bahwa situasi pendidikan di negara tersebut semakin memburuk.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa tahun lalu karena peningkatan ketidakamanan, sebanyak 1.006 sekolah terpaksa ditutup. Jumlah itu dua kali lipat lebih besar daripada tahun 2015.
Kelompok pembela hak anak, Save the Children memprediksi jumlah sekolh yng hilang di Afghanistan bisa meningkat lebih dari 400.000 pada tahun ini karena ketidakamanan dan karena ada hingga satu juta pengungsi Afghanistan diprediksi akan kembali dari Pakistan pada tahun 2017 ini, banyak dari mereka adalah anak-anak yang tidak akan hadir ke sekolah.
[mel]
BERITA TERKAIT: