Namun demikian, dipastikan bahwa mereka tidak akan berkampanye untuk referendum 16 April mendatang.
Itu adalah penegasan yang dibuat oleh Wakil Perdana Menteri Turki Numan Kurtulmus (Rabu, 22/3).
Kurtulmus menegaskan bahwa jejak neo-Nazisme dan rasisme ekstrim terdengar di Eropa.
Namun para pemimpin Eropa telah membuat panggilan ulang bagi para pejabat Turki untuk menghindari perbandingan Nazi setelah Presiden Tayyip Erdogan menyamakan larangan Jerman pada beberapa aksi unjuk rasa ke era Nazi.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: