Pembatasan Laptop Di Penerbangan Ke AS Tuai Kritik

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Selasa, 21 Maret 2017, 20:28 WIB
Pembatasan Laptop Di Penerbangan Ke AS Tuai Kritik
Ilustrasi/The Guardian
Kecil Besar
rmol news logo Larangan pemerintah Amerika Serikat untuk membatasi laptop, tablet dan sejumlah barang elektronik besar dalam penerbangan dari sejumlah negara di Timur Tengah mengundang kritik dari para ahli teknologi.

Sejumlah ahli mengatakan aturan baru tampak bertentangan dengan ilmu pengetahuan komputer dasar.

Larangan, yang memungkinkan perangkat untuk disimpan di check in bagasi, mempengaruhi penerbangan dari sepuluh bandara di Yordania, Mesir, Turki, Arab Saudi, Maroko, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab.

"Ini aneh, karena tidak cocok dengan model ancaman konvensional," kata Nicholas Weaver, peneliti di International Computer Science Institute di University of California, Berkeley.

"Jika Anda menganggap penyerang tertarik dalam mengubah laptop menjadi bom, itu akan bekerja sama dengan baik di kargo," sambungnya.

Sementara jika ada kekhawatiran soal peretasan, ia mengingatkan bahwa ponsel juga merupakan komputer dan berpotensi diretas.[mel]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA