Dikabarkan
BBC awal pekan ini bahwa langkah itu akan mempengaruhi setidaknya sembilan maskapai yang beroperasi dari 10 bandara.
Langkah itu diambil berdasarkan laporan intelijen yang dihimpun dari luar negeri soal keamanan.
Kementerian Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat sendiri masih belum meberikan keterangan ataupun komentar terkait hal ini.
Dilaporkan bahwa aturan ini akan mencakup semua perangkat elektronik besar seperti laptop, kamera tablet, pemutar DVD dan permainan elektronik.
Tapi ponsel dan smartphone masih akan diperbolehkan dalam barang di bagasi.
Februari lalu sebuah pesawat udara yang dioperasikan oleh operator yang berbasis di Dubai Daallo rusak oleh ledakan tak lama setelah lepas landas dari ibukota Somalia, Mogadishu.
Penyidik ​​mengatakan penumpang yang tersedot keluar dari pesawat itu telah membawa bom laptop. pilot berhasil mendaratkan dan diduga pembom adalah satu-satunya korban tewas.
Kelompok militan al-Shabab, yang terkait dengan al-Qaeda, mengklaim bahwa mereka bertanggung jawab atas serangan.
Belum jelas maskapai apa saja yang akan terkena imbas dan berapa lama aturan akan diberlakukan. Namun maskapai Royal Jordania awal pekan ini membuat postingan di Twitter bahwa pihaknya akan melawang penumpang membawa banyak benda elektronik ke kabin.
[mel]
BERITA TERKAIT: