Terkait Kudeta, Turki Tahan 2.000 Orang Sepekan Terakhir

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Senin, 20 Maret 2017, 18:10 WIB
Terkait Kudeta, Turki Tahan 2.000 Orang Sepekan Terakhir
Presiden Turki/Net
Kecil Besar
rmol news logo Pemerintah Turki menahan lebih dari 2.000 orang selama seminggu karena diduga terkait dengan upaya kudeta gagal tahun lalu.

Menurut keterangan dari Kementerian Dalam Negeri Turki awal pekan ini, mereka yang ditangkap terkait dengan kelompok-kelompok militan seperti PKK yang dilarang atau terlibat dalam kudeta.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian dalam Negeri mengatakan ada 2.063 orang telah ditahan untuk diinterogasi dalam seminggu terakhir.

Sebanyak 999 orang yang dicurigai memiliki hubungan dengan PKK yang telah melakukan pemberontakan tiga dasawarsa terhadap pemerintah dan dianggap sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat, Turki dan Eropa.

966 orang lainnya ditahan karena diduga terkait dengan ulama Turki yang berbasis di Amerika Serikat Fethullah Gulen. Ankara kerap menuding bahwa ia mendalangi kudeta pada bulan Juli. Gulen membantah keterlibatan apapun dan mengutuk kudeta.

Tujuh puluh orang yang ditahan diduga terkait dengan ISIS sedangkan 28 lainnya ditahan karena memiliki hubungan dengan kelompok teroris sayap kiri.

Dalam pernyataan yang sama, pihak kementerian juga mengatakan bahwa 24 militan telah "dinetralkan" dalam operasi selama seminggu terakhir, dan dari orang-orang, 13 tewas. Tidak ada rincian lebih lanjut soal hal ini. [mel]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA