
. Sebanyak 22 pengungsi Afrika tewas dan lebih dari 100 lainnya terluka dalam pertempuran terakhir antara rival geng penyelundupan orang di Libya.
Angka-angka itu dirilis oleh juru bicara Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), Joel Millman, yang mengatakan bahwa korban dianggap sebagai pendatang dan bukan penyelundup karena mereka berasal dari sub-Sahara Afrika.
Millman mengatakan kenaikan 50 persen dalam migrasi laut ke Eropa pada tahun 2017 telah memberikan kesempatan bagi pedagang manusia bahwa mereka tampak bertekad untuk tidak kehilangan kesempatan.
"Hal ini menciptakan semua jenis aktivitas di industri penyelundupan, dan tampaknya kegiatan yang telah mencapai tingkat tembak-menembak kekerasan yang meninggalkan 22 tewas dalam beberapa hari terakhir," kata Millman saat press briefing di Jenewa, mengutip data dari rekan-rekan di Libya.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: