Perubahan warna itu terjadi setelah rencana pengolahan air dilakukan oleh Walikota Dale Krasnow awal pekan ini.
Namun Krasnow memastikan tidak ada risiko kesehatan masyarakat akan perubahan warna air.
Ia menjelaskan bahwa perubahan warna terjadi sebagai akibat dari efek samping bahan kimia pengolahan air umum, kalium permanganat.
Bahan kimia itu biasa digunakan untuk menghilangkan besi dan hidrogen sulfida dari air.
"Waduk dikeringkan, namun beberapa bahan kimia masih berhasil masuk ke sistem distribusi," sambungnya seperti dimuat
BBC.
"Sementara itu mengkhawatirkan untuk melihat air merah muda yang berasal dari keran Anda, kalium permanganat digunakan dalam proses pengolahan yang normal untuk membantu menghilangkan besi dan mangan dan warga tidak pernah beresiko," tambahnya.
Namun menurut Organisasi Kesehatan Dunia, bahan kimia tersebut dapat menyebabkan iritasi kulit.
"Ini adalah situasi yang kita pasti bisa belajar dan mengembangkan strategi untuk respon dan komunikasi yang lebih baik," tegasnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: