Begitu penegasan dari Perdana Menteri China Li Keqiang dalam sambutannya di pembukaan pertemuan tahunan parlemen pada hari Minggu (5/3).
Penegasan itu dibuat di tengah ketegangan yang meningkat antara China dan Taiwan.
Diketahui bahwa China sangat mencurigai Presiden Taiwan Tsai Ing-wen dan Partai Progresif Demokratik yang menaunginya tengah mempersiapkan kemerdekaan resmi pulau itu.
"Kami tidak akan pernah mentolerir aktivitas apapun, dalam bentuk apapun atau nama, yang mencoba untuk memisahkan Taiwan dari ibu pertiwi," kata Li dalam sebuah laporan yang tersedia sebelum ia menyampaikan pidato tahunan.
Ia menambahkan bahwa China akan melindungi kedaulatan nasional dan integritas wilayah sambil tetap menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.
Diketahuu bahwa pasukan nasionalis yang kalah melarikan diri ke Taiwan pada 1949 setelah kalah perang sipil untuk Komunis. China tidak pernah meninggalkan penggunaan kekuatan untuk membawa Taiwan di bawah kendalinya. Karena bagi China, Taiwan merupakan provinsinya yang membandel.
[mel]
BERITA TERKAIT: