Penegasan Haley ini unÂtuk meluruskan pernyataan Presiden Donald Trump yang menyebut akan mengenyampÂingkan solusi dua negara dan mencari solusi baru untuk Israel-Palestina.
"Pertama-tama, solusi dua negara adalah hal yang tetap kami dukung. Siapa pun yang ingin mengatakan Amerika Serikat tidak mendukung solusi dua negara, adalah keliru," jelas HaÂley kepada wartawan di PBB.
"Kami sepenuhnya menduÂkung solusi dua negara namun kami ingin juga berpikir di luar kebiasaan yang mana ini akan membawa kedua belah pihak ke meja perundingan," imbuhnya.
Haley menyatakan, kesÂepakatan damai itu bukan untuk Washington, melainkan untuk semua pihak yang berÂsengketa.
"Solusi yang akan mencipÂtakan perdamaian di Timur Tengah itu akan berasal dari Israel dan Otoritas Palestina. Amerika Serikat hanya menÂdukung proses perdamaian," kata Haley.
Pernyataan Haley muncul setelah Trump menyatakan terÂbuka untuk ide di luar solusi dua negara yang sudah lama menjadi pijakan Washington dan interÂnasional dalam menyelesaikan konflik Israel-Palestina.
Trump menyatakan AS akan bekerja ke arah perdamaÂian namun dia menyerahkan kedua belah pihak untuk meÂnentukan sendiri kesepakatan karena kedua belah pihak harus berkompromi.
Di Bonn, Jerman, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Marc Ayrault mengadakan pertemuan pertamanya dengan Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson. Ayrault menggamÂbarkan kebijakan Timur TenÂgah era Trump membingungÂkan dan mengkhawatirkan.
Sebelumnya, AS menduÂkung untuk pembentukan negÂara Palestina berdampingan dengan Israel sebagai bagian dari kesepakatan perdamaian akhir. ***
BERITA TERKAIT: