Soal Pembicaraan Damai Suriah, PBB Ganti Frase "Transisi Politik"

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Jumat, 17 Februari 2017, 20:32 WIB
Kecil Besar
rmol news logo   PBB tidak lagi menggunakan frase "transisi politik" untuk menggambarkan tujuan dari pembicaraan damai Suriah pekan depan. Perubahan frase itu dinilai berpengaruh besar untuk negosiator yang mewakili Presiden Bashar al-Assad.

"Transisi Politik" adalah ungkapan dipahami oleh oposisi untuk berarti penghapusan Assad atau setidaknya erosi kekuasaannya.

Tapi pemerintahnya telah menolak saran bahwa hal itu bisa diletakkan di atas meja perundingan, dan pada pembicaraan damai sebelumnya di Jenewa negosiator nya secara konsisten mencoba untuk menjauhkan diri dari frase itu.

Yara Sharif, utusan juru bicara PBB Staffan de Mistura, awalnya mengatakan dalam briefing PBB rutin di Jenewa bahwa pembicaraan, karena mulai pada 23 Februari, akan membahas transisi politik.

"Saya pikir, ya, Anda dapat menggunakan kata 'transisi politik'. Hal ini akan menjadi fokus saya kira seperti yang telah dilakukan di masa lalu," katanya dalam menanggapi pertanyaan wartawan.

Tapi dia kemudian mengirim email untuk mengklarifikasi komentarnya.

"Pagi ini di briefing saya ditanya tentang negosiasi intra-Suriah dan apakah isu transisi politik akan dibahas," katanya.

"Untuk tujuan klarifikasi, harap dicatat bahwa negosiasi akan sepenuhnya dibimbing oleh Resolusi Dewan Keamanan PBB 2254, yang berbicara secara khusus tentang tata kelola pemerintahan, konstitusi baru dan pemilihan di Suriah," tulisnya. [mel]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA