Video itu menyebabkan respon kemarahan dari sejumlah warga India yang menonton videonya. Banyak yang menyebut video itu mesum. Polisi Delhi pun turun tangan menyelidiki video tersebut dan mendesak para korbannya mengajukan keluhan.
Menyadari hal itu, Verma lalu meminta maaf dan segera menghapus video prank itu. Ia menyebut bahwa video itu ia buat hanya untuk hiburan dan tidak berniat menyakiti siapapun.
Verma sendiri memiliki lebih dari 150 ribu subscriber atau orang yang berlangganan untuk channel YouTube miliknya yang bernama "Crazy Summit".
Namun polisi tidak yakin dengan penjelasannya.
"Video itu telah datang ke pemberitahuan Delhi Kepolisian melalui media. Kami telah memulai penyelidikan teknis awal. Video mesum ini tersedia di Facebook dan Youtube link dan kami sedang menyelidiki ini," kata juru bicara Kepolisian Dependra Pathak.
Atas ulahnya tersebut, Verma berpotensi menghadapi hukuman penjara.
"Saya melihat ini jenis penyimpangan seksual di media sosial," sambungnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: