Soares diketahui pernah menjabat sebagai Perdana Menteri antara tahun 1976 dan 1978, setelah Revolusi Bunga yang mengakhiri dekade kediktatoran sayap kanan.
Ia merupakan pemimpin yang pertama kali dipilih secara demokratis pada tahun 1976.
Ia juga memainkan peran kunci setelah Revolusi Bunga atau kudeta militer yang mengakhiri 48 tahun pemerintahan Salazar.
Soares kemudian kembali sebagai Perdana Menteri Sosialis pada awal tahun 1980 dan menjabat sebagai presiden antaratahun 1986 dan 1996.
Soares dirawat di rumah sakit di Lisbon bulan lalu menyusul memburuknya kesehatannya.
Ia sempat membaik namun akhirnya wafat. Dokter yang menanganinya tiak merilis apa penyebab pasti kematiannya.
Demi memberikan penghormatan terakhir dan sebagai tanda duka cita, pemerintah Portugal menetapkan tiga hari berkabung dimulai pada Senin besok (8/1).
"Presiden Mario Soares lahir dan lulus menjadi seorang pejuang, memiliki alasan untuk melawan," kata Presiden Marcelo Rebelo de Sousa.
[mel]
BERITA TERKAIT: