Patung terbaru dipasang oleh para aktivis di luar konsulat Jepang di Busan, Korea Selatan.
Jepang menilai bahwa patung itu melanggar kesepakatan sebelumnya terkait masalah perbudakan seks di masa pendudukan Jepang yang dikenal dengan istilah 'comfort woman' atau jugun ianfu.
Korea Selatan telah lama menyerukan keadilan dari Jepang untuk wanita-wanita yang dipaksa menjadi penghibur dan bekerja di rumah bordir militer Jepang selama Perang Dunia Kedua.
Patung yang baru diletakkan di depan konsulat Jenderal Jepang di Busan itu dibuat dari perunggu dan menggambarkan seorang wanita muda duduk bertelanjang kaki di kursi.
Patung itu menjadi simbol ketidakadilan yang dihadapi oleh wanita Korea semasa perang dan kurangnya permintaan maaf serta kompensasi yang memadai dari Jepang.
Diperkirakan da sekitar 200 ribu wanita Korea yang dipaksa menjdi budak seks semasa perang.
Masalah ini belum juga usai karena Jepang menolak meminta maaf. Di tambah lagi, setiap tahun selalu ada korban eks jugun ianfu yang wafat. Saat ini hanya ada sekitar 46 korban yang masih berda di Korea Selatan.
Sejauh ini diperkirakan ada 37 patung serupa yang ditempatkan di Korea Selatan. Patung yang menjadi sorotan adalah yang ditempatkan di depan Kedutaan Besar Jepang di Seoul yang dipasang tahun 2011.
[mel]
BERITA TERKAIT: