"Perjanjian ini telah kita capai dengan sangat rapuh, seperti yang kita semua mengerti. Mereka memerlukan perhatian khusus dan kesabaran, sikap profesional dan kontak yang konstan dengan mitra kami," kata Putin dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan Rusia.
Perjanjian yang sebelumnya juga telah diumumkan oleh Turki itu memiliki rincian dalam tiga dokumen.
"Yang pertama ditandatangani oleh pemerintah Suriah dan oposisi Suriah untuk menghentukan permusuhan di wilayah Republik Arab Suriah. Kedua adalah serangkaian langkah-langkah untuk mengendalian gencatan senjata. Dokumen ketiga adalah deklarasi niat untuk penyelesaian Suriah," jelas Putin.
Ia juga menekankan bahwa kesepakatan damai itu merupakan hasil dari upaya yang dilakukan bersama oleh Rusia, Turki dan Iran.
Gencatan senjata ini didukung oleh tujuh kelompok oposisi bersenjata utama yang memiliki lebih dari 60 ribu pejuang dalam barisan mereka.
Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu menambahkan bahwa jika memungkinkan, Rusia akan menurunkan kehdiran militernya di Suriah di masa mendatang.
[mel]
BERITA TERKAIT: