1.500 Pekerja Dipecat Pasca Protes Sepekan Terakhir

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Rabu, 28 Desember 2016, 18:47 WIB
1.500 Pekerja Dipecat Pasca Protes Sepekan Terakhir
Aksi unjuk rasa pekerja di Bangladesh pekan lalu/The Guardian
Kecil Besar
rmol news logo Setidaknya 1.500 pekerja dipecat dari pabrik-pabrik garmen di Bangladesh pekan ini setelah aksi unjuk rasa besar-besaran seminggu terakhir.

Diketahui bahwa selama seminggu, puluhan ribu pekerja mogok kerja dan melakukan aksi di jalan-jalan. Mulanya, aksi tersebut dipicu oleh pemecatan 121 pekerja. Namun protes berkemabng menjadi permintaan untuk peningkatan gaji minimun pekerja hingga tiga kali lipat.

Aksi protes tersebut memaksa sejumlah pabrik di pusat pembuatan Ashulia yang memproduksi pakaian untuk merk-merk top Eropa dan Amerika Serikat seperti Gap, Zara dan H&M tutup sementara protes berlangsung. Hal itu yang menimbulkan kekhawatiran mengenai pasokan selama musim liburan mendatang.

Sepanjang sepekan terakhir, lebih dari 50 pabrik ditutup pekan lalu untuk mencoba mengatasi protes, yang meningkat setelah polisi menembakkan peluru karet yang melukai 10 demonstran. Polisi menyebut bahwa aksi protes itu ilegal.

Menanggapi aksi protes tersebut, puluhan pabrik memecat sekitar 1.500 pekerja awal pekan ini. Pabrik-pabrik tersebut pun akhirnya dapat kembali beroperasi.

"Sekitar 1.500 pekerja telah dipecat oleh pemilik. Pemilik telah mengajukan lima kasus terhadap pekerja nakal," kata asisten inspektur polisi Nur Nabi.

Dikabarkan The Guardian bahwa banyak pekerja yang baru mengetahui pemecatan mereka setelah mereka datang ke pabrik untuk bekerja pekan ini. Daftar nama pekerja yang dipecat dipampang di depan pabrik. [mel]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA