Menurut sebuah laporan tertanggal 9 Desember, disebutkan bahwa ada lebih dari 1.000 warga Rusia yang mendapat manfaat namun menutup-nutupi doping antara tahun 2011-2015.
Dalam wawancara dengan New York Times, para pejabat mengakui program tersebut tetapi membantah hal itu disponsori oleh negara.
"Itu adalah konspirasi kelembagaan," kata Anna Antseliovich yang bertindak sebagai direktur umum lembaga anti-doping Rusia.
Namun, Antseliovich, yang belum terlibat langsung dalam penyelidikan, mengatakan bahwa pejabat pemerintah tidak terlibat.
Sementara itu, Vitaly Smirnov yang telah menjadi pejabat olahraga terkemuka sejak era Soviet dan telah ditunjuk oleh Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mereformasi sistem anti-doping, mengatakan bahwa ia tidak ingin berbicara tentang pihak yang bertanggung jawab terkait doping.
"Dari sudut pandang saya, sebagai mantan menteri olahraga, presiden Komite Olimpiade, kami membuat banyak kesalahan," sambungnya.
Dalam investigasi Juli lalu oleh Badan Anti-Doping Dunia (Wada) disebutkan bahwa Kementerian Olahraga Rusia telah mengarahkan, mengendalikan dan mengawasi manipulasi sampel urin yang disediakan oleh atlet.
Sebuah laporan Wada kedua dari profesor hukum Kanada dan pengacara olahraga Dr Richard McLaren mengatakan Olimpiade London 2012 telah rusak dalam skala belum pernah terjadi sebelumnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: