Menurut Badan Aeronautika Sipil Kolombia, kesimpulan itu didasarkan pada kotak hitam pesawat serta sejumlah bukti lainnya.
Berdasarkan bukti yang berhasil dikumpulkan, ditunjukkan bahwa ada kesalahan manusia dalam kecelakaan bulan lalu tersebut dan bukan masalah teknis atau sabotase.
Diketahui bahwa pesawat jenis BAE 146 Avro RJ85 memiliki jangkauan maksimum 2.965 km. Saat kejadian, pesawat telah berada di udara selama sekitar empat jam dan 20 menit. Ketika itu pengendali lalu lintas udara di Medellin menginstruksikan pilot untuk terbang dalam pola bertahan karena penerbangan lain telah melaporkan adanya kebocoran bahan bakar dan diberi prioritas untuk mendarat.
Kecelakaan yang terjadi tanggal 28 November kemarin itu menewaskan seluruh penumpang serta kru pesawat sebanyak 71 orang. Di antara mereka yang tewas adalah anggota tim sepakbola Chapecoense serta ofisial tim dan wartawan. Mereka hendak mengikuti pertandingan kejuaraan di Medellin Kolombia.
Dalam rekaman pesan radio dari pilot penerbangan Lamia, ia dapat terdengar berulang kali meminta izin untuk mendarat karena kurangnya bahan bakar dan gagal listrik total.
Selain itu fakta bahwa tidak ada ledakan setelah pesawat jatuh juga menunjukkan tidak adanya bahan bakar.
[mel]
BERITA TERKAIT: