
Pengawas hak independen Filipina mengatakan akan menyelidiki Presiden Rodrigo Duterte terkait dengan kasus pembunuhan penjahat yang pernah ia akui lakukan tahun lalu saat menjabat sebagai walikota kota Davao.
Jose Gascon, ketua Komisi Hak Asasi Manusia Filipina mengatakan bahwa ia telah membentuk tim penyelidik untuk menginvestigasi soal dugaan pembunuhan tersebut.
"Lembaga penegak hukum harus menyelidiki sebagai hal yang biasa informasi yang menunjukkan bahwa kejahatan mungkin telah dilakukan dengan tujuan untuk memastikan bahwa pelaku akhirnya bertanggung jawab," kata Gascon dalam sebuah pernyataan.
Komisi merupakan badan pemerintah independen yang menuntut penegak hukum atau pejabat lain yang melakukan penyiksaan, pembunuhan di luar hukum atau melanggar hak-hak konstitusional warga Filipina.
Duterte yang melancarkan perang terhadap narkoba diketahui telah menewaskan ribuan, mengatakan pekan lalu ia membantu polisi membunuh tiga penculik yang dicurigai awal yang pertama dari beberapa hal sebagai walikota selatan kota.
Komisaris tinggi HAM PBB Zeid Ra'ad Al Hussein mengatakan bahwa pembunuhan yang diakui Duterte baru-baru ini jelas merupakan pembunuhan dan kekuasaan kehakiman Filipina harus memulai penyelidikan.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: