Komite Agung untuk Pengiriman dan Legacy, tubuh yang mengawasi organisasi turnamen ini mengatakan bahwa teknologi inovatif bertenaga surya akan dipersiapkan dalam bentuk topi untuk mengurangi suhu kulit hingga 10 derajat celcius.
"Kami yakin bahwa teknologi ini akan menciptakan kondisi kerja yang lebih nyaman dan aman," kata Saud Abdul-Aziz Abdul-Ghani, seorang profesor teknik di Universitas Qatar, di mana topi telah dikembangkan.
Skema topi pendinginan bisa digulirkan pada musim panas mendatang.
Sebagai informasi, suhu di musim panas di Qatar bisa mencapai suhu hingga 50 derajat celcius.
"Tujuan kami adalah untuk mengurangi stres panas dan stroke panas untuk pekerja di Qatar dan daerah selama bulan-bulan musim panas," kata Abdul-Ghani.
"Konsep kami adalah dengan menggunakan kipas bertenaga surya untuk meniup udara di atas bahan didinginkan di bagian atas helm, yang kemudian akan turun di bagian depan wajah seseorang dan memberikan dingin iklim mikro bagi pekerja," sambungnya.
Ini akan memberikan pendinginan dalam kondisi panas hingga empat jam dan bisa merevolusi industri konstruksi di bagian terpanas dari dunia.
Pekerja di Qatar akan menjadi yang pertama untuk menggunakan teknologi yang dipersiapkan sejak dua tahun terakhir ini.
[mel]
BERITA TERKAIT: