RI Turut Berduka atas Meninggalnya Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Senin, 13 Juli 2026, 10:49 WIB
RI Turut Berduka atas Meninggalnya Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani (Foto: Amiri Diwan)
rmol news logo Pemerintah Indonesia menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya mantan Emir Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani. 

Pernyataan resmi itu disampaikan melalui akun X Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI sebagai bentuk solidaritas Indonesia kepada Pemerintah dan rakyat Qatar yang tengah berduka.

"Dengan penuh rasa kehilangan, Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan duka cita yang terdalam atas wafatnya Yang Mulia, Ayah Amir Negara Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani," demikian pernyataan Kemlu RI, dikutip pada Senin, 13 Juli 2026.

Indonesia juga menyampaikan simpati kepada Amir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani beserta keluarga Al Thani dan seluruh rakyat Qatar. 

"Indonesia menyampaikan simpati yang tulus kepada Yang Mulia Amir Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, keluarga Al Thani, serta Pemerintah dan rakyat Negara Qatar pada masa duka mendalam ini," lanjut pernyataan tersebut.

Sebelumnya, Kantor Emir Qatar atau Amiri Diwan pada Minggu, 12 Juli 2026, mengumumkan wafatnya Sheikh Hamad pada usia 74 tahun. 

Hingga kini, otoritas setempat belum mengungkap penyebab meninggalnya pemimpin yang memerintah Qatar sepanjang 1995 hingga 2013 itu. 

"Dengan hati yang teguh beriman kepada ketetapan dan takdir Tuhan, Amiri Diwan berduka atas kehilangan besar yang dialami bangsa,” demikian bunyi pernyataan resmi Kantor Emir Qatar.

Sheikh Hamad dikenang sebagai tokoh yang membawa transformasi besar bagi Qatar. Selama 18 tahun memimpin, ia memanfaatkan kekayaan gas alam negaranya untuk mempercepat pembangunan ekonomi, memperluas investasi global, sekaligus mengukuhkan Doha sebagai salah satu pusat diplomasi penting di Timur Tengah. Di bawah kepemimpinannya pula, 

Qatar menjalankan kebijakan luar negeri yang lebih independen dengan aktif menjadi mediator berbagai konflik regional hingga Afghanistan.

Salah satu warisan paling berpengaruh dari kepemimpinannya adalah pendirian jaringan televisi internasional Al Jazeera pada 1996 melalui dekrit kerajaan. 

Kehadiran media tersebut kemudian berkembang menjadi instrumen penting yang memperkuat posisi Qatar di panggung internasional sekaligus memperluas pengaruh diplomatik negara tersebut.

Pada Juni 2013, Sheikh Hamad secara sukarela menyerahkan tampuk kekuasaan kepada putranya, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, sebuah transisi yang terbilang langka di kawasan Teluk. 

Meski turun takhta, ia tetap dihormati sebagai Father Emir dan masih memiliki pengaruh besar dalam kehidupan berbangsa di Qatar. 

Penampilan publik terakhirnya yang menarik perhatian dunia terjadi saat menghadiri laga pembuka Piala Dunia FIFA 2022, turnamen pertama yang digelar di negara Arab.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA