Erdogan: Turki Dan Rusia Tak Tertipu Dengan Provokasi Di Balik Pembunuhan Dubes

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Selasa, 20 Desember 2016, 13:46 WIB
Erdogan: Turki Dan Rusia Tak Tertipu Dengan Provokasi Di Balik Pembunuhan Dubes
Mevlut Mert Altintas beberapa detik sebelum membunuh Dubes Rusia/Russia Today
Kecil Besar
rmol news logo Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan bahwa pembunuhan Duta Besar Rusia untuk Ankara merupakan bentuk provokasi yang bertujuan untuk merusak hubungan bilateral kedua negara.

Erdogan dengan tegas mengutuk keras pembunuhan Dubes Andrey Karlov oleh seorang polisi saat tengah berada di acara pembukaan pameran fotografi di Ankara Senin malam (19/12).

"Saya yakin ini adalah serangan terhadap Turki, negara Turki dan orang-orang Turki, dan juga provokasi yang jelas (dalam) hubungan Turki-Rusia," kata Erdogan setelah kejadian pembunuhan.

Ia pun mengaku yakin bahwa Rusia juga melihat fakta soal provokasi ini.

"Baik Turki maupun Rusia tidak akan tertipu dengan provokasi ini," tegas Erdogan.

Ia juga menegaskan identitas penyerang adalah petugas polisi anto huru-hara Turki berusia 22 tahun bernama Mevlut Mert Altintas.

Erdogan memastikan bahwa kasus ini akan diselidiki oleh komisi bersama yang dibentuk dengan Rusia untuk menyelidiki pembunuhan.

"Semua langkah keamanan di sekitar kedutaan dan konsulat jenderal Rusia telah diperketat karena kami setuju dengan  Putin," kata Erdogan.

"Saya mengimbau mereka yang bertujuan untuk menghancurkan hubungan kita (Turki dan Rusia). Anda sedang menunggu dengan sia-sia Anda tidak akan pernah mencapai tujuan Anda," tegasnya. [mel]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA