"Dalam perjalanan interogasi, Saddam membalikkan asumsi kita," kata agen CIA John Nixon dalam bukunya seperti dimuat Russia Today akhir pekan kemarin.
Secara khusus ia mempertanyakan apak yang akan terjadi jika Saddam Hussein saat ini masih berkuasa di irak.
"(Maka) mustahil kelompok seperti ISIS ini akan memapu menikmati kesuksesan di bawah rezim yang represif yang mereka miliki di bawah pemerintahan Baghdad pimpinan Syiah," tulis Nixon.
Nixon adalah orang pertama yang membuka diskusi tentang Saddam setelah ditangkap pada Desember 20-3 lalu.
Ia menuangkan pemikirannya itu dalam sebuah buku berjudul "Debriefing the President: The Interrogation of Saddam Hussein".
Nixon menjelaskan bahwa Barat, bagaimanapun harus berurusan dengan pemimpin semacam Saddam Hussein untuk menstabilkan Timur Tengah.
Menurutnya, Saddam sangat menyadari potensi risiko yang ditimbulkan oleh gerakan jihad berkembang dan tertarik untuk menekan setiap upaya tersebut.
"Saddam merasa bahwa kelompok-kelompok ekstremis Islam di Irak menimbulkan ancaman terbesar bagi pemerintahannya dan aparat keamanannya bekerja tekun untuk membasmi ancaman tersebut," tulisnya.
Karena itulah di sisi lain Nixon mengaku bahwa ia menghormati soal bagaimana Saddam mampu mempertahankan bangsa Irak secara keseluruhan selama kepemimpinannya.
Namun demikian ia menggarisbawahi bahwa ia tidak menyiratkan bahwa Saddam tidak bersalah, karena langkah-langkah yang ia gunakan termasuk pembunuhan, pemerasan dan hukuman penjara.
[mel]
BERITA TERKAIT: