Kubu Republik Australia Klaim Mayoritas Parlemen Menentang Monarki

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Jumat, 16 Desember 2016, 12:59 WIB
Kubu Republik Australia Klaim Mayoritas Parlemen Menentang Monarki
Australia/Net
Kecil Besar
rmol news logo Mayoritas anggota parlemen Australia ingin memutuskan hubungan dengan monarki Inggris.

Menurut klaim dari Gerakan Republik Australia, 81 dari 150 anggota parlemen serta 40 dari 76 senator Australia mendukung langkah tersebut.

"Mayoritas masyarakat menginginkan. Setiap utama dan menteri menginginkannya. Sekarang ternyata bahwa wakil federal kami juga setuju," kata Ketua Gerakan Republik Australia Peter Fitzsimons Fairfax.

"Ini bukan soal yang dari kiri atau kanan tapi percaya bahwa pada abad ke-21, Australia bisa menjalankan pertunjukan sendiri," sambungnya,

Namun Ketua Liga monarkis Australia Philip Benwell menyangkal angka tersebut.

"Angka-angka yang diberikan Peter Fitzsimons tidak akurat. Ada banyak politisi dalam Parlemen Federal yang mendukung status quo," katanya kepada BBC.

"Generasi muda tidak menginginkan republik. Sebagian besar anggota kami yang berusia 20an dan awal 30an atau orang yang lebih muda memiliki ketidakpercayaan terhadap politisi," sambungnya. [mel]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA