
Pemungutan suara tengah berlangsung di Hong Kong untuk memilik komite pemilihan di wilayah. Panel inilah yang nantinya akan memilih pemimpin Hong Kong selanjutnya.
Hanya 6 persen dari pemilih Hong Kong yang bisa ambil bagian dalam pemungutan suara tersebut.
Pemungutan suara secara luas dikritik sebagai bentuk yang tidak demokratis karena masih kental campur tangan China.
Diketahui bahwa beberapa tahun terakhir muncul gelombang pro demokrasi yang menuntut pemilihan umum digelar secara langsung dan terbuka tanpa campur tangan China.
Hong Kong sendiri diketahui telah diserahkan kembali ke China oleh Inggris pada tahun 1997 di bawah perjanjian yang akan menikmati hak-hak khusus dan kebebasan.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: