Gedung Putih Tegaskan Komitmen Dengan China Pasca Panggilan Telepon Trump-Tsai Ing-wen

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Selasa, 06 Desember 2016, 13:15 WIB
Gedung Putih Tegaskan Komitmen Dengan China Pasca Panggilan Telepon Trump-Tsai Ing-wen
Donald Trump/Net
Kecil Besar
rmol news logo Gedung Putih berusaha meyakinkan China setelah Presiden Amerika Serikat terpilih Donald Trump melakukan panggilan telepon dengan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen.

Panggilan telepon tersebut sempat membuat geram China. Pasalnya, bagi China, Taiwan adalah bagian dari provinsinya yang memisahkan diri.

Sementara itu, Amerika Serikat tidak mengakui Taiwan sebagai negara dan tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan. Dan selama ini belum pernah ada Presiden Amerika Serikat yang melakukan panggilan secara langsung dengan pemimpin Taiwan seperti yang dilakukan oleh Trump.

Panggilan telepon Trump diikuti oleh dua tweet Trump di mana ia mengkritik kebijakan moneter China dan operasi Laut China Selatan.

Atas hal itu, China sempat mengajukan kluhan diplomatik secara resmi.
 
Gedung Putih membalasnya dengan meyakinkan China bahwa Amerika Serikat tetap mendukung komitmen kebijakan satu China.

"Sulit menentukan secara tepat apa tujuan di balik tindakan presiden terpilih (Trump)," kata Juru Bicara Gedung Putih Josh Earnest awal pekan ini.

Namun ia menekankan bahwa kebijakan Amerika Serikat terhadap Taiwan telah berlangsung selama hampir 40 tahun terakhir dan fokus pada mempromosikan perdamaian dan keamanan.

"Kepatuhan dan komitmen kebijakan ini telah dilakukan Amerika Serikat untuk membuat kemajuan hubungan dengan China dan tentu saja menguntungkan rakyat Taiwan," tegasnya seperti dimuat BBC. [mel]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA