
Sebanyak sembilan anggota tim keamanan Presiden Filipina Rodrigo Duterte terluka setelah iring-iringan mereka terkena ledakan bom. Satu di antaranya berada dalam kondisi kritis.
Insiden ini terjadi di wilayah selatan Mindanao awal pekan ini. Presiden Duterte tidak ada dalam iring-iringan tersebut.
"Kami menjamin pria pemberani dan wanita yang mempertaruhkan nyawa mereka dalam panggilan untuk tugas dan negara," kata juru bicara Duterte Martin Andanar kepada CNN.
Kesembilan orang tersebut merupakan bagian dari 50 orang yang tengah mempersiapkan kunjungan Duterte ke Marawi pada Rabu pekan ini.
Belum diketahui dengan pasti apakah Duterte jadi melakukan kunjungan atau tidak pasca insiden ini.
Pihak kepolisian setepat menduga bahwa insiden ini sengaja dilakukan sebagai taktik pengalihan oleh kelompok Maute, sebuah organisasi militan Islam yang berbasis di Mindanao.
Kelompok ini telah dikaitkan dengan pemboman di kampung halaman Duterte, Davao pada September lalu yang menewaskan 14 orang.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: