
Polisi Filipina melakukan peledakan terkenali atas bom buatan yang ditemukan di tempat sampah di dekat Kedutaan Besar Amerika Serikat di Manila hari ini (Senin, 28/11).
Kepala kepolisian setempat Ronald dela Rosa mengatakan bahwa komponen peledak buatan itu diduga diletakkan oleh Maute, sebuah kelompok pemberontak Filipina yang telah mendeklarasikan diri setia terhadap ISIS.
Kelompok Maute berbasis di bagian selatan Filipina. Mereka semakin terkunci dengan gerakan militer Filipina di wilayah tersebut.
Pihak Kedutaan belum mengeluarkan pernyataan.
Kendati bom diletakkan sekitar 200 meter dari gedung Kedutaan, namun aktifitas di kedutaan tidak terganggu dengan sejumlah orang yang mengantri untuk mendapatkan visa.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: