Uni Eropa Tidak Anggap Remeh Ancaman Turki

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Minggu, 27 November 2016, 00:33 WIB
Uni Eropa Tidak Anggap Remeh Ancaman Turki
Jean-Claude Juncke/Reuters
Kecil Besar
rmol news logo Uni Eropa tidak boleh mengindahkan peringatan Turki untuk mengakhiri kesepakatan soal pengungusi.

Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker mengatakan di Parlemen Eropa bahwa Uni Eropa tidak boleh menganggap remeh ancaman Turki. Karena walau bagaimanapun bila hal itu terjadi, maka akan terjadi sejumlah masalah di Eropa.

Ancaman Turki tersebut muncul setelah pembicaraan di Uni Eropa memunculkan wacana untuk membekukan pembicaraan aksesi Uni Eropa dengan Turki.

Junker menepis ancaman Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk mengakhiri kesepakatan pengungsi dengan Uni Eropa yang telah tajam mengurangi arus migrasi ke Eropa dari Timur Tengah dan Asia.

Dia mendesak Erdogan untuk melaksanakan reformasi yang diperlukan, dimulai dengan perombakan undang-undang anti-terorisme, jika ia ingin warga Turki untuk mendapatkan perjalanan bebas visa ke Uni Eropa, konsesi yang merupakan bagian dari kesepakatan pengungsi. [mel]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA