
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengancam untuk merobek kesepakatan bersejarah dengan Uni Eropa terkait upaya membendung pengungsi ke Eropa akhir pekan ini.
Ancaman tersebut dibuat selang sehari setelah parlemen Eropa mendesak pemerintah untuk membekukan pembicaraan aksesi Uni Eropa dengan Turki. Ancaman Erdogan itu menggarisbawahi soal bagaimana hubungan antara Turki dan Uni Eropa telah memburuk dalam beberapa bulan terakhir, terutama setelah upaya kudeta pada bulan Juli.
"Anda berteriak-teriak ketika 50.000 pengungsi datang ke Kapikule, dan mulai bertanya-tanya apa yang akan terjadi jika gerbang perbatasan dibuka," kata Erdogan dalam pidatonya pada konferensi hak-hak perempuan, mengacu pada sebuah pos pemeriksaan perbatasan Bulgaria di mana pengungsi berkumpul tahun lalu
"Jika Anda pergi lebih jauh, gerbang perbatasan ini akan dibuka. Baik saya maupun orang-orang saya tidak akan terpengaruh oleh ancaman kosong," katanya.
"Jangan lupa, barat perlu Turki," tekan Erdogan.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: