Pasalnya, mereka menduga ada kemungkinan hasil akhir dipengaruhi oleh hacker atau peretas asing.
Mereka yang juga terlibat dalam kampanye Hillary Clinton mempersiapkan laporan merinci untuk komite kongres dan pemerintah federal awal pekan depan.
Laporan setebal 18 halaman itu berfokus pada kekhatiran soal hasil pemilu di negara bagian Michigan, Pennsylvania dan Wisconsin.
"Saya tertarik pada verifikasi suara," kata Dr Barbara Simons, seorang penasihat komisi bantuan pemilu AS dan ahli pemungutan suara elektronik yang terlibat dalam laporan tersebut.
"Kita perlu memiliki audit pemungutan suara pasca pemilu," tambahnya seperti dimuat The Guardian.
Selain itu juga ada kelompok analis lain yang dipimpin oleh John Bonifaz dari National Institute Voting Rights dan Profesor Alex Halderman, direktur bagian Universitas pusat Michigan untuk keamanan komputer dan masyarakat.
Langkah tersebut diambil menyusul kekalahan yang mengejutkan Hillary pada 8 November lalu. Tak lama setelah itu juga ada laporan intelijen AS yang merilis penilaian publik bahwa hacker Rusia berada di balik penyusupan ke sistem komputer pemilu regional dan pencurian email dari pejabat Demokrat sebelum pemilu.
[mel]
BERITA TERKAIT: