
Pemerintah Kolombia berencana membuat perjanjian baru dengan kelompok pemberontak FARC lusa (Kamis, 24/11).
Langkah tersebut diambil setelah kesepakatan sebelumnya ditolak dalam referendum bulan lalu.
Perjanjian perdamaian baru yang direvisi mendatang selanjutnya akan diserahkan kepada kongres untuk disetujui dan tidak melalui proses pemungutan suara seperti yang sebelumnya dilakukan.
"Kami memiliki kesempatan unik untuk menutup bab menyakitkan dalam sejarah kita ini di mana jutaan warga Kolombia berduka dan menderita selama setengah abad," kata Presiden Kolombia Juan Manuel Santos dalam pidatonya di televisi nasional Kolombia.
Diketahui bahwa perjanjian damai yang pertama ditandatangani dua bulan lalu setelah negosiasi beberapa tahun terakhir dengan mediasi Kuba. Namun perjanjian itu ditolak dalam sebuah refendum yang digelar pada 2 Oktober lalu.
Kelompok oposisi mengatakan bahwa perjanjian damai itu masih belum cukup jauh menjangkau penghukuman bagi pemberontak atas pelanggarah hak asasi manusia.
Perjanjian itu sendiri bertujuan untuk mengakhiri lebih dari 50 tahun perang saudara, di mana lebih dari 220.000 orang telah tewas.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: