
Anak-anak migran di salah satu pusat penampungan swasta di Karnes Amerika Serikat kabarnya dibatasi untuk bermain dengan krayon.
Hal itu disampaikan oleh juru bicara untuk Pusat Pendidikan dan Pelayanan Hukum Imigran Amerika Serikat (Raices).
Pembatasan tersebut diterapkan setelah sejumlah staff di salah satu pusat penampungan pengungsi paling kontroversial di Amerika Serikat itu menuduh anak-anak tersebut melakukan sejumlah kerusakan properti seperti meja dengan krayon saat mereka sedang bermain.
Diketahui bahwa pusat penampungan di Karnes merupakan satu dari tiga fasilitas federal yang menampung pengungsi yang sebagian besar ibu-ibu dan anak-anak. Di penampungan itu tercatat ada sekitar 600 orang.
Grup GEO, perusahaan keamanan global yang mengoperasikan pusat tersebut menekankan bahwa krayon, mainan dan buku yang disumbangkan kepada anak-anak digunakan oleh mereka. Namun hanya anak-anak yang bermain di area visitor yang penggunaan krayon dibatasai.
Barbara Hines seorang profesor di University of Texas dan anggota Raices mengatakan bahwa aturan tersebut tidak proporsional.
"Menggunakan kelakuan anak-anak menggunakan pewarna sebagai alasan perusakan properti sama sekali tidak pantas," tegasnya seperti dimuat
The Guardian.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: